Ayo ikut serta bersedekah dalam program wakaf tanah Timur Pondok Putri 1 Ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo Jawa Tengah. , ...Selagi masih ada kesempatan... ✅ Luas tanah keseluruhan : 1.790 m2 ✅ Harga per meter : Rp. 531.000 ✅ Harga tanah keseluruhan : Rp 950.000.000 ✅ Donasi yang sudah terkumpul : Rp. 12.596.500 ✅ Kekurangan dana : Rp.937.403.500 Donasi wakaf bisa disalurkan dengan cara: A. Datang langsung ke kantor Ponpes Al Ukhuwah Mranggen RT 3/RW III, Kel. Joho, Kec./Kab. Sukoharjo, Jateng.. B. Melalui rekening : 1. BNI Cab. Slamet Riyadi, Solo No. Rek. : 0388645801 a.n. Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo 2. Bank Muamalat ( Kode Bank 147 ) No. 7560.10.0123456789 Virtual Account a.n. Wakaf Al Ukhuwah Setelah kirim, mhn konfirmasi via SMS/WA ke no HP bendahara Ponpes 0813 9251 5455 (Muflih AMB) dengan format : Wakaf/Nama/Alamat/Jumlah/Rekening Contoh: Wakaf/Abdulloh/Papua/Rp 1.000.000,-/BNI Info : Ust Ali Mukti 0852 3508 4141 / www.alukhuwah.com Selamat berpanen raya pahala ratusan tahun insyaAllah, meskipun umur Anda hanya puluhan tahun!

BERIBADAH TIDAK KENAL MUSIM


Suatu ketika Asy-Syibliy pernah ditanya, ”Bulan manakah yang lebih utama, Rajab ataukah Sya’ban?” Beliau pun menjawab, ”Jadilah Rabbaniyyin dan janganlah menjadi Sya’baniyyin jangan pula Rojabiyyin”(Lathoif Al Ma’arif, hal. 392).

Maksudnya adalah jadilah hamba Rabbaniy yang rajin ibadah di setiap bulan sepanjang tahun dan bukan hanya di bulan Sya’ban atau Rojab saja. Oleh karena itu kita juga jangan beribadah pada bulan Ramadhan saja, namun harus kita lanjutkan sampai akhir hayat kita, ingat firman Allah :

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan beribadahlah kepada Rabbmu sampai datang kepadamu Al-Yaqin (yakni kematian).” (QS. Al Hijr: 99)

Maka pada kesempatan kali ini kita akan memberikan beberapa contoh amalan-amalan yang harus kita perhatikan setelah ramadhan

Sholat wajib lima waktu

Dalam hadits qudsi Rasulullah SAW2 bersabda:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ افْتَرَضْتُ عَلَى أُمَّتِكَ خَمْسَ صَلَوَاتٍ وَعَهِدْتُ عِنْدِى عَهْدًا أَنَّهُ مَنْ حَافَظَ عَلَيْهِنَّ لِوَقْتِهِنَّ أَدْخَلْتُهُ الْجَنَّةَ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهِنَّ فَلاَ عَهْدَ لَهُ عِنْدِى

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Aku wajibkan bagi umatmu shalat lima waktu. Aku berjanji pada diriku bahwa barangsiapa yang menjaganya pada waktunya, Aku akan memasukkannya ke dalam surga. Adapun orang yang tidak menjaganya, maka aku tidak memiliki janji padanya.’ (HR. Ibnu Majah no. 1160. Dihasankan Al Albani dalam asshohihah no : 4033)

Nabi SAW2  juga bersabda :

الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kami (muslim) dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia kafir.” (HR. An Nasai no. 463 dan dihasankan Albani)

Menjaga shalat jama’ah.

Imam Asy Syafi’i rahimahullah mengatakan:

وَأَمَّا الجَمَاعَةُ فَلاَ اُرَخِّصُ فِي تَرْكِهَا إِلاَّ مِنْ عُذْرٍ

Adapun shalat jama’ah, aku tidaklah memberi keringanan bagi seorang pun untuk meninggalkannya kecuali bila ada udzur.”(Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal. 107)

Apalagi sholat berjama’ah lebih afdhol dari sholat sendirian sebesar  27 derajat, sebagaimana sabda nabi :

صَلاَةُ الْجَمَاعَة أفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Shalat jama’ah lebih utama dari shalat sendirian sebanyak 27 derajat.”(HR. Muslim no. 650)

Puasa Sunnah 6 Hari Bulan Syawal

Rasulullah SAW2 bersabda :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawwal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh”(HR. Muslim, no : 1164)

Mengqodo’ puasa ramadhan

Orang yang memiliki hutang puasa ramadhan hendaknya segera membayar hutangnya, Allah berfirman :

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185)

Puasa Sunnah

Perbanyak puasa sunnah lainnya yang bisa kita kerjakan, seperti puasa senin kamis, puasa ayyamul bidh (puasa tanggal 13,14 dan 15 bulan qomariah), puasa Dawud dan lain-lain. Nabi kita pernah bersabda :

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

“Sesungguhnya di dalam Surga terdapat sebuah pintu yang disebut Ar-Royyan. Orang-orang yang rajin berpuasa akan masuk Surga melewatinya pada hari kiamat nanti. Tidak ada orang yang memasukinya selain mereka. Diserukan kepada mereka, ‘Manakah orang-orang yang rajin berpuasa?’. Maka merekapun bangkit. Tidak ada yang masuk melewati pintu itu selain golongan mereka. Dan kalau mereka semua sudah masuk maka pintu itu dikunci sehingga tidak ada lagi seorangpun yang bisa melaluinya” (HR. Bukhari, no : 1896)

Shalat Malam

Jika di bulan Ramadhan, kita sudah terbiasa melakukan shalat malam (tarawih) atau disebut dengan sholat tahajjud di selain bulan ramadhan, maka hendaknya rutinitas yang telah kita kerjakan tetap kita amalkan di luar ramadhan. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang nabi sabdakan kepada ‘Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash t 2

يَا عَبْدَ اللَّهِ ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلاَنٍ ، كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ

Wahai ‘Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan. Dulu dia biasa mengerjakan shalat malam, namun sekarang dia tidak mengerjakannya lagi.” (HR. Bukhari no. 1152)

Sholat Witir

Rasulullah pernah bersabda :

اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

 “Jadikanlah akhir shalat malam kalian dengan ganjil (witir).” (HR. Bukhari no. 998)

Membaca al Qur’an

Bila di bulan Ramadhan kita sangat bersemangat bertadarus Al Qur’an maka jangan sampai di luar Ramadhan kita sama sekali tidak pernah membaca al quran. Jangan sampai kita masuk dalam firman Allah :

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an itu sesuatu yang tidak diacuhkan”.(Al- Furqan: 30)

Bersedekah

Allah berfirman :

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

PENUTUP

Sebenarnya masih banyak amalan lainnya yang bisa kita laksanakan namun yang perlu kita ingat adalah dua hal :

  1. Sekala Prioritas

Dalam beramal sholeh kita harus mengedepankan yang wajib dari selainnya, jangan sampai kita mengerjakan yang sunnah namun meninggalkan yang wajib. Maka kita maksimalkan usaha agar kita diberi taufiq untuk bisa menjalankan amal sholih baik wajib maupun sunnah. Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman :

وَمَا تَقَرَّبَ إلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبُّ إلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَ لاَ يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَى أُحِبُّهُ

Dan tidaklah seorang hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu ibadah yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan senantiasa seorang hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya. (HR. Bukhori, No : 6502)

  1. Istiqomah Dalam Beramal

Nabi bersabda :

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang berkelanjutan walaupun itu sedikit”.(HR. Muslim no. 783).

Diringkas dengan tambahan dari : makalah “setelah ramadhan, beribadah sampai mati” oleh ust. M. Abduh Tausikal : http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3178-setelah-ramadhan-beribadah-sampai-mati.html

 

You May Also Like