Ayo ikut serta bersedekah dalam program wakaf tanah Timur Pondok Putri 1 Ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo Jawa Tengah. , ...Selagi masih ada kesempatan... ✅ Luas tanah keseluruhan : 1.790 m2 ✅ Harga per meter : Rp. 531.000 ✅ Harga tanah keseluruhan : Rp 950.000.000 ✅ Donasi yang sudah terkumpul : Rp. 12.596.500 ✅ Kekurangan dana : Rp.937.403.500 Donasi wakaf bisa disalurkan dengan cara: A. Datang langsung ke kantor Ponpes Al Ukhuwah Mranggen RT 3/RW III, Kel. Joho, Kec./Kab. Sukoharjo, Jateng.. B. Melalui rekening : 1. BNI Cab. Slamet Riyadi, Solo No. Rek. : 0388645801 a.n. Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo 2. Bank Muamalat ( Kode Bank 147 ) No. 7560.10.0123456789 Virtual Account a.n. Wakaf Al Ukhuwah Setelah kirim, mhn konfirmasi via SMS/WA ke no HP bendahara Ponpes 0813 9251 5455 (Muflih AMB) dengan format : Wakaf/Nama/Alamat/Jumlah/Rekening Contoh: Wakaf/Abdulloh/Papua/Rp 1.000.000,-/BNI Info : Ust Ali Mukti 0852 3508 4141 / www.alukhuwah.com Selamat berpanen raya pahala ratusan tahun insyaAllah, meskipun umur Anda hanya puluhan tahun!

KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU AGAMA

KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU AGAMA

( Bagian Pertama )

 

Keutamaan menuntut ilmu agama sangatlah banyak, bahkan imam Ibnu qoyyim al jauziyah telah menyebutkan lebih dari seratus keutamaan ilmu syar’i dalam kitabnya miftah daaris sa’adah. Hal ini menunjukkan betapa besarnya kedudukan  ilmu agama, disini akan kita sebutkan beberapa keutamaan ilmu agama yang sangat penting untuk diketahui agar lebih memotivasi dalam belajar, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Ilmu kunci kebaikan dunia dan akhirat.

 

Cita- cita seorang mukmin adalah memperoleh kebaikan dunia dan akhirat. Dan jalan yang menghantarkannya adalah dengan menuntut ilmu agama, Sebagaimana Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ ( متفق عليه ).

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan bagi seseorang maka Allah akan pahamkan ilmu agama kepadanya. ( Muttafaqun alaihi ).

 

Imam an-Nawawi rahimahullaah berkata, “Di dalam hadits ini terdapat keutamaan ilmu, mendalami agama, dan dorongan kepadanya. Sebabnya adalah karena ilmu akan menuntunnya kepada ketaqwaan kepada Allah Ta’ala.”

( Syarah Shahih Muslim lil Imam an-Nawawi : VII/128).

 

Imam Ibnu qoyyim al jauziyah berkata : “ Hal ini menunjukkan bahwasanya orang yang tidak Allah pahamkan ilmu agama kepadanya maka Allah tidak menghendaki kebaikan baginya, sebagaimana orang yang Allah kehendaki kebaikan baginya maka Allah akan pahamkan ilmu agama keepadanya. ( Miftah daaris saadah : 161 ).

 

Imam Syafi’i berkata : “ Menuntut ilmu lebih mulia dari pada sholat sunnah. Dan barangsiapa menghendaki (kebaikan) dunia maka dengan ilmu dan barangsiapa menghendaki (kebaikan) akhirat maka dengan ilmu “. ( Tahdzibul asmaa” wa lughoh : 78).

 

  1. Ilmu adalah jalan dimudahkan menuju surga.

 

Jalan menuju surga tidaklah mudah, kerena surga dihiasi dengan hal – hal yang tidak disukai oleh hawa nafsu, sehingga dipenuhi dengan ujian dan rintangan untuk meraihnya. Dan jalan yang memudahkan menuju surga adalah dengan menuntut ilmu agama. Rasulullah sholallahu alahi wa sallam bersabda :

 

من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له به طريقا إلى الجنة.

“ Barangsiapa menempuh jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga “. ( HR. Muslim).

 

Imam Ibnu qoyyim berkata : Jalan yang menghantarkan seseorang ke surga merupakan balasan atas jalan yang ditempuh dalam rangka menuntut ilmu yang membawa kepada keridhoan Rabbnya. ( Miftah daaris sa’aadah : 171 ).

 

Yang dimaksud menempuh jalan untuk mencari ilmu, ada dua bentuk :

  1. Menempuh jalan secara hakiki, yaitu dengan berjalan menuju tempat majelis ilmu. Seperti misalnya berjalan menuju masjid atau tempat pengajian untuk menuntut ilmu.
  2. Menempuh jalan secara maknawi, yaitu melakukan segala sesuatu untuk mendapatkan ilmu seperti menghafal, mempelajari, mengulang-ulang pelajaran, menelaah, menulis, membaca kitab dan memahaminya, serta perbuatan lainnya yang merupakan cara untuk mendapatkan ilmu. ( Jami’ul ulum wal hikam : 342 ).

 

 

  1. Orang takut kepada Allah hanyalah orang yang berilmu.

 

Takut kepada Allah adalah amalan hati yang sangat agung. Dan diantara para hamba yang takut kepada Allah hanyalah orang yang berilmu. Allah berfirman:

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ ( الفاطر : 28 ).

 

“… Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama.” [Faathir: 28].

 

Ibnu Mas’ud Radhiyallaahu ‘anhu berkata, “Cukuplah rasa takut kepada Allah itu disebut sebagai ilmu. Dan cukuplah tertipu dengan tidak mengingat Allah disebut sebagai suatu kebodohan.”

( Ibnu ‘Abdil Barr , Jaami’u bayanil ilmi wa fadhlihi : 2/45 ).

 

Imam Ahmad rahimahullaah berkata, “Pokok ilmu adalah rasa takut kepada Allah “. (Fadhlu ‘Ilmi Salaf ‘alal Khalaf : 8).

 

 

  1. Ilmu yang bermanfaat adalah amalan yang tidak terputus.

 

Umur manusia di dunia sangatlah singkat, sedangkan ia harus berbekal dengan bekal yang banyak untuk mempersiapkan perjalanan negeri akhirat yang sangat jauh, berat dan melelahkan.

Dan diantara yang bermanfaat bagi mayit setelah kematiannya adalah ilmu yang bermanfaat, sama saja apakah ilmu yang diajarkan atau buku yang ditinggalkan kemudian dipelajari dan diamalkan oleh orang lain setelah kematiannya.

 

Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam bersabda  :

إذا مات الإنسان انقطع عنه عمله إلا من ثلاثة إلا من صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له .

“ Apabila manusia meninggal dunia maka terputuslah segala amalannya, kecuali dari tiga perkara, shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakannya. ( HR. Muslim).

 

  1. Orang – orang berilmu akan diangkat derajatnya.

 

Memperoleh derajat tinggi di dunia dan akhirat adalah cita- cita seorang mukmin yang mempunyai himmah aliyah (semangat tinggi).  Dan jalan ilmu adalah jalan yang menghantarkan kepada kemuliaan.

Allah Ta’ala berfirman.

 

(يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ).

 

 

“… Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. [Al-Mujaadilah : 11] .

 

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِـهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

 

“Sesungguhnya Allah mengangkat dengan Al-Qur-an beberapa kaum dan Allah pun merendahkan beberapa kaum dengannya”. ( HR. Muslim 817 ).

 

Di zaman dahulu ada seseorang yang lehernya cacat, dan ia selalu menjadi bahan ejekan dan tertawaan. Kemudian ibunya berkata kepadanya, “Hendaklah engkau menuntut ilmu, niscaya Allah akan mengangkat derajatmu.” Sejak itulah, orang itu belajar ilmu syar’i hingga ia menjadi orang alim, sehingga ia diangkat menjadi Qadhi (Hakim) di Makkah selama 20 (dua puluh) tahun. Apabila ada orang yang berperkara duduk di hadapannya, maka gemetarlah tubuhnya hingga ia berdiri. ( al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu : 220-221).

Ustad Beni Setyawan Hanif.

Pesantren ”Al Ukhuwah”  Joho Sukoharjo, Jawa Tengah.
Selasa, 18 Dzulhijjah 1437 H / 20 September 2016 M.

 

You May Also Like