Ayo ikut serta bersedekah dalam program wakaf tanah Timur Pondok Putri 1 Ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo Jawa Tengah. , ...Selagi masih ada kesempatan... ✅ Luas tanah keseluruhan : 1.790 m2 ✅ Harga per meter : Rp. 531.000 ✅ Harga tanah keseluruhan : Rp 950.000.000 ✅ Donasi yang sudah terkumpul : Rp. 12.596.500 ✅ Kekurangan dana : Rp.937.403.500 Donasi wakaf bisa disalurkan dengan cara: A. Datang langsung ke kantor Ponpes Al Ukhuwah Mranggen RT 3/RW III, Kel. Joho, Kec./Kab. Sukoharjo, Jateng.. B. Melalui rekening : 1. BNI Cab. Slamet Riyadi, Solo No. Rek. : 0388645801 a.n. Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo 2. Bank Muamalat ( Kode Bank 147 ) No. 7560.10.0123456789 Virtual Account a.n. Wakaf Al Ukhuwah Setelah kirim, mhn konfirmasi via SMS/WA ke no HP bendahara Ponpes 0813 9251 5455 (Muflih AMB) dengan format : Wakaf/Nama/Alamat/Jumlah/Rekening Contoh: Wakaf/Abdulloh/Papua/Rp 1.000.000,-/BNI Info : Ust Ali Mukti 0852 3508 4141 / www.alukhuwah.com Selamat berpanen raya pahala ratusan tahun insyaAllah, meskipun umur Anda hanya puluhan tahun!

Seindah Senyuman

Seindah Senyuman

 

Senyum manis sangatlah mudah, ringan, sekaligus berpahala, akan tetapi ternyata terasa berat bagi sebagian seseorang , apakah penyebabnya ?. Ketahuilah bahwa senyum manis yang indah adalah cerminan dari hati yang bersih dan suci, sehingga terasa hangat dan menimbulkan kegembiraan pada hati seseorang yang mendapatkan senyum manis dari saudaranya.

Sejatinya bersedekah tidaklah hanya sekedar dengan harta benda, akan tetapi menebar senyumpun  adalah suatu bentuk sedekah yang sangat ringan, sebagaimana Rasulullah Sholallahu alaihi wa sallam bersabda :

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu. ( HR. at-Tirmidzi (no. 1956), dan dinyatakan hasan oleh at-Tirmidzi dan syaikh al-Albani dalam “ash-Shahihah” (no. 572).

Bahkan Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam juga pernah bersabda : “

« لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ ».

 “Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria“  ( HR. Muslim, no : 6857 ).

Maka selayaknya seorang muslim berusaha untuk selalu tersenyum dan berwajah ceria ketika bertemu saudaranya dengan tujuan memasukan kegembiraan ke dalam hatinya karena   mengharap pahala dari Allah Ta’ala. Dan sepatutnya seorang muslim menjauhi wajah yang bermuka musam dan cemberut, kerena hal ini menyebabkan saudara kita merasa tidak nyaman dan bahkan terkadang membuat seseorang berburuk sangka.

 

Mengenai hal ini Jabir bin abdillah radhiyallahu anhu pernah berkata :

 

مَا حَجَبَنِى النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – مُنْذُ أَسْلَمْتُ ، وَلاَ رَآنِى إِلاَّ تَبَسَّمَ فِى وَجْهِى

 

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melarangku untuk menemui beliau sejak aku masuk Islam, dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memandangku kecuali dalam keadaan tersenyum di hadapanku  ( HR. Bukhori (no. 5739) dan Muslim (no. 2475).

 

Semoga kita semua termasuk orang yang senantiasa tersenyum dan berwajah ceria kepada saudara kita. Amin.

 

 

 

Ustad Beni Setyawan Hanif.

Pesantren ”Al Ukhuwah”  Joho Sukoharjo,
Rabu, 2 November 2016 M.

You May Also Like