Ayo ikut serta bersedekah dalam program wakaf tanah Timur Pondok Putri 1 Ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo Jawa Tengah. , ...Selagi masih ada kesempatan... ✅ Luas tanah keseluruhan : 1.790 m2 ✅ Harga per meter : Rp. 531.000 ✅ Harga tanah keseluruhan : Rp 950.000.000 ✅ Donasi yang sudah terkumpul : Rp. 12.596.500 ✅ Kekurangan dana : Rp.937.403.500 Donasi wakaf bisa disalurkan dengan cara: A. Datang langsung ke kantor Ponpes Al Ukhuwah Mranggen RT 3/RW III, Kel. Joho, Kec./Kab. Sukoharjo, Jateng.. B. Melalui rekening : 1. BNI Cab. Slamet Riyadi, Solo No. Rek. : 0388645801 a.n. Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo 2. Bank Muamalat ( Kode Bank 147 ) No. 7560.10.0123456789 Virtual Account a.n. Wakaf Al Ukhuwah Setelah kirim, mhn konfirmasi via SMS/WA ke no HP bendahara Ponpes 0813 9251 5455 (Muflih AMB) dengan format : Wakaf/Nama/Alamat/Jumlah/Rekening Contoh: Wakaf/Abdulloh/Papua/Rp 1.000.000,-/BNI Info : Ust Ali Mukti 0852 3508 4141 / www.alukhuwah.com Selamat berpanen raya pahala ratusan tahun insyaAllah, meskipun umur Anda hanya puluhan tahun!

Jurnalistik Islam

Jurnalistik Islam

 

Jurnalistik (journalistic) berasal dari kata du jour atau journal (Perancis) yang artinya hari atau catatan harian. Jurnalistik adalah proses penulisan dan penyebaran informasi berupa berita, feature, dan opini melalui media massa.

Sedangkan Jurnalistik Islami dapat dimaknakan sebagai suatu proses meliput, mengolah, dan menyebarluaskan berbagai peristiwa dengan muatan nilai-nilai Islam, khususnya yang menyangkut agama dan umat Islam kepada khalayak, serta berbagai pandangan dengan perspektif ajaran Islam”.

(Asep Syamsul Romli, Jurnalistik Dakwah: Visi MisiDakwah Bil Qolam (Rosdakarya Bandung, 2003).

 

Tugas jurnalistis muslim diantara lain :

 

(1) Memberi pembuktian (syahidan)

– sarana peng­ungkap fakta kepada publik.

– pemberi kesaksian, tentang hal-hal yang baik maupun yang buruk. Yang baik untuk dicontoh, yang buruk untuk ditinggalkan dan dijauhi.

 

(2) Memberi berita gembira (mubassyiran)

-Memberi kabar gembira ke­pa­da masyarakat akan keber­un­tung­an yang diperoleh orang-orang yang mengikuti petunjuk Allah.

-Memberi kabar gembira tentang janji-janji Allah dan Ra­sul­nya; tentang kemuliaan, kejayaan, dan kebahagiaan yang akan diperoleh setiap Muslim, baik di dunia maupun di akhi­rat.

 

3) Memberi peringatan (nadziiran)

– Memberikan peringatan kepada mas­yarakat tentang bahaya dan ancaman yang akan menimpa me­reka apabila melanggar hukum-hukum dan ketentuan Allah serta Rasulnya, baik ba­ha­ya di dunia maupun bahaya di akhirat.

 

(4) Menyeru ke jalan Allah (daaiyan ila-llah)

– mengajak masyarakat untuk menuju kepada jalan yang telah ditunjukkan oleh Allah, yaitu jalan iman dan Islam.

 

(5) Memberi penerangan (syirajan muniiran)

 

– Menjadi alat penerangan bagi masyarakat agar terhindar dari kegelapan dan subhat (samar-samar).

– Memberikan gambaran yang sejelas-jelasnya akan yang haq agar mereka mampu mengikutinya.

– Memberikan gambaran yang sejelas-je­as­nya sesuatu yang bathil, agar mereka mampu menghindarinya.

 

( Faedah dari Workshop Jurnalistik Pertemuan PULDAPII 8 )

( Pemateri : Ustad Budi Marta Saudin Lc. )

 

You May Also Like