Kami ucapkan... Jazaakumullohu khoiron wa baarokallohu fii ahlikum wa maalikum kepada seluruh muhsinin / donatur yang telah ikut berpartisipasi dalam program wakaf pembebasan tanah (sebelah timur) Ponpes Al Ukhuwah Putri I Sukoharjo. Alhamdulillah, sampai saat ini donasi terkumpul Rp 951.759.167,- dari Rp 950.000.000,-(dana yang dibutuhkan). Dan dengan ini program wakaf pembebasan tanah Ponpes Al Ukhuwah Putri I Sukoharjo "DITUTUP". Kelebihan donasi akan kami gunakan untuk maslahat tanah tersebut seperti persiapan buat talud, jembatan dan pengurugan. Semoga menjadi amal jariyyah yang diterima di sisi Alloh dan semoga mendapatkan ganti yang lebih baik di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Jurnalistik Islam

Jurnalistik Islam

 

Jurnalistik (journalistic) berasal dari kata du jour atau journal (Perancis) yang artinya hari atau catatan harian. Jurnalistik adalah proses penulisan dan penyebaran informasi berupa berita, feature, dan opini melalui media massa.

Sedangkan Jurnalistik Islami dapat dimaknakan sebagai suatu proses meliput, mengolah, dan menyebarluaskan berbagai peristiwa dengan muatan nilai-nilai Islam, khususnya yang menyangkut agama dan umat Islam kepada khalayak, serta berbagai pandangan dengan perspektif ajaran Islam”.

(Asep Syamsul Romli, Jurnalistik Dakwah: Visi MisiDakwah Bil Qolam (Rosdakarya Bandung, 2003).

 

Tugas jurnalistis muslim diantara lain :

 

(1) Memberi pembuktian (syahidan)

– sarana peng­ungkap fakta kepada publik.

– pemberi kesaksian, tentang hal-hal yang baik maupun yang buruk. Yang baik untuk dicontoh, yang buruk untuk ditinggalkan dan dijauhi.

 

(2) Memberi berita gembira (mubassyiran)

-Memberi kabar gembira ke­pa­da masyarakat akan keber­un­tung­an yang diperoleh orang-orang yang mengikuti petunjuk Allah.

-Memberi kabar gembira tentang janji-janji Allah dan Ra­sul­nya; tentang kemuliaan, kejayaan, dan kebahagiaan yang akan diperoleh setiap Muslim, baik di dunia maupun di akhi­rat.

 

3) Memberi peringatan (nadziiran)

– Memberikan peringatan kepada mas­yarakat tentang bahaya dan ancaman yang akan menimpa me­reka apabila melanggar hukum-hukum dan ketentuan Allah serta Rasulnya, baik ba­ha­ya di dunia maupun bahaya di akhirat.

 

(4) Menyeru ke jalan Allah (daaiyan ila-llah)

– mengajak masyarakat untuk menuju kepada jalan yang telah ditunjukkan oleh Allah, yaitu jalan iman dan Islam.

 

(5) Memberi penerangan (syirajan muniiran)

 

– Menjadi alat penerangan bagi masyarakat agar terhindar dari kegelapan dan subhat (samar-samar).

– Memberikan gambaran yang sejelas-jelasnya akan yang haq agar mereka mampu mengikutinya.

– Memberikan gambaran yang sejelas-je­as­nya sesuatu yang bathil, agar mereka mampu menghindarinya.

 

( Faedah dari Workshop Jurnalistik Pertemuan PULDAPII 8 )

( Pemateri : Ustad Budi Marta Saudin Lc. )

 

You May Also Like