Ayo ikut serta bersedekah dalam program wakaf tanah Timur Pondok Putri 1 Ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo Jawa Tengah. , ...Selagi masih ada kesempatan... ✅ Luas tanah keseluruhan : 1.790 m2 ✅ Harga per meter : Rp. 531.000 ✅ Harga tanah keseluruhan : Rp 950.000.000 ✅ Donasi yang sudah terkumpul : Rp. 12.596.500 ✅ Kekurangan dana : Rp.937.403.500 Donasi wakaf bisa disalurkan dengan cara: A. Datang langsung ke kantor Ponpes Al Ukhuwah Mranggen RT 3/RW III, Kel. Joho, Kec./Kab. Sukoharjo, Jateng.. B. Melalui rekening : 1. BNI Cab. Slamet Riyadi, Solo No. Rek. : 0388645801 a.n. Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo 2. Bank Muamalat ( Kode Bank 147 ) No. 7560.10.0123456789 Virtual Account a.n. Wakaf Al Ukhuwah Setelah kirim, mhn konfirmasi via SMS/WA ke no HP bendahara Ponpes 0813 9251 5455 (Muflih AMB) dengan format : Wakaf/Nama/Alamat/Jumlah/Rekening Contoh: Wakaf/Abdulloh/Papua/Rp 1.000.000,-/BNI Info : Ust Ali Mukti 0852 3508 4141 / www.alukhuwah.com Selamat berpanen raya pahala ratusan tahun insyaAllah, meskipun umur Anda hanya puluhan tahun!

Cambuk Nasehat

Antara Sadar Dan Lalai

 

Al Imam Ibnu Al- Jauzi pernah berkata : “ Terkadang seseorang merasa sadar tatkala mendengarkan nasehat, tetapi tatkala berpisah dengan majelis dzikir (ilmu) kembali merasakan kerasnya hati dan kelalaian, maka aku merenungi apa sebabnya, kemudian aku menemukannya, dan aku melihat manusia berbeda-beda dalam hal tersebut.

Pada keadaan umumnya hati tidak merasa sadar tatkala mendengar nasehat atau setelahnya karena dua sebab :

Yang pertama : Bahwasanya nasehat seperti cambukan, dan cambukan tidak memberikan rasa sakit setelah hilangnya rasa sakit yang dirasakan tatkala sedang dicambuk.

Yang kedua : Bahwasanya seseorang tatkala mendengar nasehat berusaha menghilangkan penyakit (dari dalam dirinya), mengosongkan badan dan pikirannya dari hal-hal keduniaan, dan memperhatikannya dengan menghadirkan hati, maka tatkala kembali dalam kesibukan dia terbawa ke dalam keburukan – keburukannya, maka bagaimana mungkin keadaannya akan sama (dengan keadaan tatkala mendengarkan nasehat ?.

Hal tersebut adalah keadaan manusia pada umumnya, kecuali orang – orang yang mempunyai rasa sadar mereka berbeda-beda dalam kadar pengaruh nasehat yang masih tersisa (dalam hati). Maka diantara mereka ada yang bertekad kuat tanpa keraguan, dan berjalan terus tanpa menoleh, maka seandainya singgah pada mereka (kecenderungan) mengikuti tabiat niscaya mereka akan berteriak, sebagaimana Handhalah berkata tentang dirinya : “ Handhalah munafik “  !.

Dan diantara meraka ada suatu kaum yang terkadang tabiatnya cenderung kepada kelalaian, namun terkadang sebuah nasehat yang pernah didapatkan membawa mereka untuk beramal, mereka itulah bagaikan sebuah tangkai tertiup angin.

Dan diantara mereka ada yang nasehat itu tidak memberikan pengaruh kecuali hanya sebatas apa yang didengar, seperti air yang tergelincir diatas batu yang licin atau halus.

Diambil dari kitab “ Shoidul Khotir ”, karya Al Imam Ibnu Al Jauzi.

Diterjemahkan oleh : Beni Setyawan S.Ag.

( Pesantren ”Al Ukhuwah”  Joho Sukoharjo, Jawa Tengah.
Senin,  16 Januari 2017 M ).

 

You May Also Like