Ayo ikut serta bersedekah dalam program wakaf tanah Timur Pondok Putri 1 Ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo Jawa Tengah. , ...Selagi masih ada kesempatan... ✅ Luas tanah keseluruhan : 1.790 m2 ✅ Harga per meter : Rp. 531.000 ✅ Harga tanah keseluruhan : Rp 950.000.000 ✅ Donasi yang sudah terkumpul : Rp. 12.596.500 ✅ Kekurangan dana : Rp.937.403.500 Donasi wakaf bisa disalurkan dengan cara: A. Datang langsung ke kantor Ponpes Al Ukhuwah Mranggen RT 3/RW III, Kel. Joho, Kec./Kab. Sukoharjo, Jateng.. B. Melalui rekening : 1. BNI Cab. Slamet Riyadi, Solo No. Rek. : 0388645801 a.n. Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo 2. Bank Muamalat ( Kode Bank 147 ) No. 7560.10.0123456789 Virtual Account a.n. Wakaf Al Ukhuwah Setelah kirim, mhn konfirmasi via SMS/WA ke no HP bendahara Ponpes 0813 9251 5455 (Muflih AMB) dengan format : Wakaf/Nama/Alamat/Jumlah/Rekening Contoh: Wakaf/Abdulloh/Papua/Rp 1.000.000,-/BNI Info : Ust Ali Mukti 0852 3508 4141 / www.alukhuwah.com Selamat berpanen raya pahala ratusan tahun insyaAllah, meskipun umur Anda hanya puluhan tahun!

Memilih Tangan Terbakar

Memilih Tangan Terbakar

 

Sebuah kisah yang diceritakan oleh Wahb bin Munabbih, bahwa dahulu ada seorang ahli ibadah Bani Israil yang tinggal di dalam biara mengerjakan ibadahnya. Selanjutnya, ada seorang lelaki dari kalangan kaum Bani Israil mendatangi seorang wanita tuna susila, kemudian memberinya sejumlah uang seraya berkata : “ Kamu aku tugaskan untuk menggodanya “.

 

Wanita itu datang ke biaranya pada malam hari saat hujan, lalu memanggilnya. Ia melihatnya dan wanita itu berkata : “ Berilah aku tempat bernaung di dalam biaramu !. Namun si ahli ibadah itu tidak memperdulikannya dan kembali masuk ke dalam biara melanjutkan shalatnya.

 

Wanita itu kembali memanggil : “ Hai hamba Allah , berilah aku tempat bernaung di dalam biaramu. Tidakkah engkau lihat malam yang gelap lagi hujan ini ?” Wanita itu terus – menerus meminta tolong hingga akhirnya si ahli ibadah itu memberinya tempat bernaung di dalam biaranya. Setelah masuk , wanita itu berbaring di dekat si ahli ibadah seraya memperlihatkan kecantikan tubuhnya.

 

Lama – kelamaan birahinya pun timbul dan hawa nafsunya menyerunya untuk menggauli wanita itu, namun dia berkata kepada dirinya sendiri : “ Tidak demi Allah , aku akan melihat terlebih dahulu kesabaranmu terhadap api “. Kemudian dia bangkit menuju ke tempat pelita dan meletakkan salah satu jarinya ke dalam api hingga terbakar. Sesudah itu ia kembali melanjutkan ibadah shalatnya, namun hawa nafsunya kembali menyerunya untuk berbuat mesum dengan wanita itu, kemudian ia bangkit menuju ke tempat pelita dan kembali memasukkan jari lainnya ke dalam api pelita hingga terbakar. Setiapa kali hawa nafsunya mengajaknya untuk berbuat mesum. Ia kembali ke pelita hingga semua jari-jemarinya terbakar, sementara wanita itu menyaksikan pemandangan yang mengerikan itu , akhirnya ia sendiri yang pingsan karena ketakutan , kemudian meninggal dunia saat itu juga.

 

Disadur dari: Kitab Raudhatul Muhibbin, Karya Imam Ibnu Qoyyim Al Juiziyah, Hal : 878 )

You May Also Like