BANGUN MASJID WALAU HANYA MENYUMBANG SATU BATU BATA Bantuan dapat disalurkan langsung ke Pondok Pesantren atau melalui rekening : 1. Bank Muamalat Indonesia (Kode Bank 147) No.Rekening: 7560.10.0123456789 Virtual Account a.n. Wakaf Al Ukhuwah 2. BNI Cab.Slamet Riyadi Solo (Kode Bank 009) No. Rek. 0388645801 a.n : Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo Tambahkan kode unik 25 di belakang nominal transfer. Contoh : Untuk transfer 500.000 menjadi 500.025 Konfirmasi: https://wa.me/6285100083665 (Bp. Agus Setiono) PEROLEHAN DONASI PER TANGGAL 21 Januari 2020 SEBESAR Rp. 537.997.489,- - Dana yg dibutuhkan:Rp 1.052.000.000,- - Terkumpul :Rp 537.997.489,- - Kekurangan:Rp 514.002.511,- 578 5-Jan-20 Walisantri bni ponpes 300.009 579 6-Jan-20 Bp Syahrudin bni ponpes 200.025 580 3-Jan-20 Hamba Alloh bni ponpes 500.075 581 8-Jan-20 Hamba Alloh Wakaf Masjid bm4 1.000.000 582 8-Jan-20 Jamaah Kajian Gayam a 1.000.000 583 8-Jan-20 Hamba Alloh a 112.000 584 9-Jan-20 Bp Abdul Hadiyani Rohimahulloh a 400.000 585 9-Jan-20 Sina Alif Mahiri a 2.250.000 586 9-Jan-20 Anzalina Salsabila bm4 500.000 587 10-Jan-20 Hamba Alloh Wakaf Masjid bm4 500.000 588 10-Jan-20 Hamba Alloh Wakaf Masjid bm4 300.025 589 11-Jan-20 Hamba Alloh a 300.000 590 6-Jan-20 Hamba Alloh Klaten bri yysn 500.000 591 12-Jan-20 Arham Safa S bm4 500.025 592 13-Jan-20 Hamba Alloh Cemani a 1.000.000 593 9-Jan-20 jama'ah kaj. syuhada ad 500.000 594 12-Jan-20 bp. saimin ad 50.000 595 13-Jan-20 syakilla lintang ad 500.000 596 14-Jan-20 Dimas Fernada Rachman bm4 500.000 597 14-Jan-20 Hamba Alloh Via Umu Hindun a 50.000 598 14-Jan-20 Jama'atussholihah Pengkol a 10.500.000 599 14-Jan-20 Bp Hanung Pamulang bm4 100.000 600 8-Jan-20 Hamba Alloh bni ponpes 500.025 601 9-Jan-20 Abu Muhammad Fakhrudin bni ponpes 100.025 602 10-Jan-20 Abu Zoel Gresik bni ponpes 150.000 603 12-Jan-20 Rika Palembang bni ponpes 200.025 604 14-Jan-20 Ibu Mutiah via Bp Edi Wibowo bni ponpes 100.025 605 7-Jan-20 Hamba Alloh Wonogiri bni ponpes 200.000 606 15-Jan-20 Hamba Alloh bni ponpes 2.000.000 607 9-Jan-20 Bpk Siswoyo bni ponpes 50.000 608 10-Jan-20 Ibu Arum Aryandari bni ponpes 300.000 609 11-Jan-20 Ibu Iva Tanti bni ponpes 100.000 610 12-Jan-20 Hamba Alloh bni ponpes 2.500.000 611 16-Jan-20 Duri Susianto Pemalang bm4 200.000 612 16-Jan-20 Wali Fadhil Hanif bm4 200.000 613 17-Jan-20 Ibu Lely Astuti Bogor bm4 2.000.000 614 17-Jan-20 Hamba Alloh Situbondo bm4 1.350.000 615 15-Jan-20 bu sarikem alm ad 500.000 616 15-Jan-20 hamba Allah ad 1.000.000 617 17-Jan-20 ibu kasmi a 8.000.000 618 17-Jan-20 Hamba Alloh Solo bm4 2.500.000 619 18-Jan-20 Hamba Alloh a 200.000 620 18-Jan-20 Bp Giyarto a 350.000 621 18-Jan-20 Fajri Firdaus a 100.000 622 20-Jan-20 Bp Parwo Pardi Diharjo Rohimahullohu+Ibu Paiyem Banmati a 1.000.000 623 20-Jan-20 Hamba Alloh via Akh Haryanto a 1.000.000 624 20-Jan-20 Bp Arief Utomo Tawangsari a 1.000.000 Seberapapun wakaf dari Anda, pasti akan dicatat oleh Alloh. Setelah transfer, mohon konfirmasi via SMS / WA ke 0851 0008 3665 dengan format : Tanggal / Wakaf Genset/ Nama / Alamat / Jumlah / Rekening Contoh : 1 April 2018 / Wakaf Genset / Ahmad / Papua / 1.000.000 / Bank Muamalat INFO: Bp Drs. Muhammad Sahli WS 0815 4879 3106 Kami ucapkan jazaakumulloohu khayron wa baarokalloohu fi ahlikum wa maalikum, semoga Allah 'azza wa jalla menggantikan untuk Anda dengan yang lebih baik dan memberkahi keluarga dan harta Anda. Aamiin. Mohon ta'awunnya menyebarkan informasi ini. Semoga menjadi pemberat timbangan kebaikan kita di hari kiamat. Aamiin.

TAHUN BERKABUNG

TAHUN BERKABUNG

Kematian Abu Thalib

Kegeringan Abu Talib semakin menekan, tidak berapa lama beliau pun meninggal dunia,
kematian beliau adalah di bulan Rajab tahun ke sepuluh di utusnya Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam , yaitu enam bulan selepas keluar dari pengepungan di lorong Abu Thalib, ada pendapat yang menyebut beliau meninggal di bulan Ramadhan tiga hari sebelum wafatnya Khadijah radhiyallahu anhu.

Tidak perlu untuk menjelaskan lagi bagaimana Abu Talib ini merupakan penjaga dan benteng Rasulullah, hingga dakwah Islam bisa bertahan di sebaliknya, dari serangan kaum
sufaha dan elit, tetapi beliau tetap dengan agama nenek moyangnya, sesungguhnya beliau
gagal di sisi Allah. Di dalam sahih al-Bukhari satu riwayat dari al-Abbas bin Abdul al Muttalib yang berkata kepada Rasulullah: Kau tidak boleh memanfaatkan bapak saudara mu itu, beliau mempertahankan dan membela kau, kata Rasulullah: Beliau di ujung api neraka, kalau tidak karena aku, sudah pasti di lapisan terbawah api neraka.

 

Dari Abi Said al-Khudri, meriwayatkan, bahwa beliau mendengar Rasulullah menyebut tentang bapak saudaranya, dengan sabdanya yang bermaksud:
“Semoga syafaat ku bisa memberi manfaat kepada beliau di hari kiamat nanti, beliau diletakkan di ujung api neraka sampai membakar dua tumitnya ”

 


KHADIJAH KEMBALI KE RAHMATULLAH

Lebih kurang dua atau tiga bulan selepas kematian Abu Thalib, Khadijah pula kembali ke rahmatullah, kewafatan beliau ialah di dalam bulan Ramadhan tahun ke sepuluh kebangkitan Rasulullah, dalam lingkungan usia lima puluh enam tahun manakala Rasulullah berusia lima puluh tahun. Sesungguhnya Khadijah adalah ni’mat dan anugerah yang teragung kepada Rasulullah, beliau bersama-sama Rasulullah untuk selama suku abad mencucuri Baginda dengan belai kasih sayang terhadap Baginda, di saat-saat genting dan meruncing, mendukung Baginda di waktu-waktu kegawatan yang diperlukan kepada sokongan dan bantuan, malah beliau menolong Baginda menyebar ajaran dan risalahnya, bersama-sama Rasulullah ke medan jihad suci, berkongsi kemewahan dan kesusahan dengan harta dan keringatnya pernah Rasulullah menyebut-nyebut kelebihan Khadijah dengan sabdanya yang bermaksud:
Beliau beriman denganku ketika manusia kufur dengan ku, membenarkan aku ketika manusia mendustai aku, berkongsikan daku harta-hartanya ketika manusia lain enggan memberi aku, dan Allah mengkaruniakan darinya anak-anak dan tidak mengkaruniakan anak dari yang lain.

Al-Bukhari di dalam sahihnya meriwayatkan hadist dari Abi Hurairah dengan katanya: Jibril telah mendatangi Nabi Muhammad sholallahu alaihi wa sallam dan berkata; Wahai Rasulullah itu dia Khadijah radhiyallahu anhu telah datang bersama-samanya satu bekas, di dalamnya hidangan atau makanan atau minuman, bila beliau tiba ke hadapanmu, sampaikan kepadanya salam dari Tuhannya dan beritahu kepadanya berita gembira di mana tersedia untuk beliau sebuah rumah di dalam syurga, diperbuat dari permata baiduri tiada bising dan gangguan di dalamnya.

 

DUKA CITA YANG SILIH BERGANTI

Dua peristiwa sedih yang menekan, berturut mengoncang perasaan Baginda dan menyayat hati naluri Rasulullah, dari situ musibah kaumnya bertubi-tubi menimpa Rasulullah, mereka lebih berani lagi dari masa yang lampau, terang-terangan mengancam Baginda dengan kenakalan dan penyiksaan.

 

Selepas kematian Abu Talib, Baginda semakin bertambah duka nestapa, hingga terasa berputus asa dengan mereka, lalu Baginda keluar ke Thaif dengan harapan di
sana penduduknya akan menyahut seruannya dan membantu menghadapi kaum Quraisy,
malang di sana tiada siapa yang mau mendukung dan membantu, malah yang di dapati
penentangan yang lebih pahit lagi, Baginda mengalami lebih teruk lagi, dari apa yang diharap dari kaumnya.

Sebagaimana tekanan semakin hebat ke atas Rasulullah semakin hebat juga penyiksaan ke atas sahabatnya, hinggakan sahabatnya yang tersayang, Abu Bakr al-Shiddiq mengambil langkah untuk berhijrah keluar dari Makkah, beliau keluar hingga sampai ke Birk al-Ghamad untuk pergi ke Habsyah, namun beliau telah di bawa pulang oleh Ibnu al-Dughnah dan meletak di bawah suakanya. Ibnu Ishaq meriwayatkan: Setelah Abu Talib-meninggal dunia, pihak Quraisy mengancam Rasulullah dengan berbagai penyiksaan yang belum pernah dialami semasa hayat Abu Talib, malah golongan bodoh pun berani juga, pernah di suatu hari seorang lelaki bodoh berani menabur pasir ke atas kepala Rasulullah, Baginda memasuki rumahnya dengan tanah dan pasir bertaburan di kepala Baginda, salah seorang puterinya membasuh kepalanya sambil menangis, namun Rasulullah masih menenangkannya: Tak usah kau tangis wahai anakku, sesungguhnya Allah melindungi ayahmu ini. Quraisy tidak melakukan seberat ini, yang paling ku benci, melainkan selepas kematian Abu Thalib. Oleh kerana bertubi-tubi penyiksaan di tahun ini maka Baginda menamakan tahun berkenaan dengan tahun perkabungan dan dukacita, dan penamaan ini memang terkenal di dalam sejarah Islam.

 

 

Sumber Artikel : Ar- Raheeq Al- Makhtum, Syeikh Safy al-Rahman al-Mubarakfuriyy, Hal 58 – 60.

 

Pesantren ”Al Ukhuwah” Joho Sukoharjo.

 

Rabu,  25 Syawal 1438 H / 19 Juli 2017 M.

You May Also Like