Peringati Hari Santri Nasional, Ponpes Al-Ukhuwah Sukoharjo Gelar Pembinaan Pegawai Wujudkan Pesantren Ramah Anak

SUKOHARJO – Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Pondok Pesantren Al-Ukhuwah Sukoharjo mengadakan kegiatan “Pembinaan Pegawai tentang Pesantren Ramah Anak” di Masjid Ibnu Utsaimin, kompleks pesantren setempat. Kegiatan ini merupakan langkah nyata usai ditunjuknya Ponpes Al-Ukhuwah sebagai pilot project (percontohan) Pesantren Ramah Anak oleh Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
Acara yang sarat akan semangat perbaikan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan yayasan, pengurus pondok, serta total 374 pegawai yang terdiri dari 249 ustadz/karyawan putra dan 125 ustadzah/karyawati putri.
Ketua Yayasan Pendidikan Al-Ukhuwah, Drs. Muhammad Sahli, dalam sambutannya menegaskan pentingnya mewujudkan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) demi terciptanya lingkungan belajar yang aman dan terbebas dari bullying. Hal senada disampaikan oleh Kepala Bidang Kepegawaian, Ustadz Mukhlis Abu Said, yang mengajak seluruh pendidik untuk mengasuh santri dengan kesabaran dan keteladanan, bukan sekadar mentransfer ilmu.
Sinergi Regulasi dan Syariat Memasuki sesi utama, pembinaan ini menghadirkan kolaborasi pemahaman antara regulasi pemerintah dan nilai-nilai syariat Islam melalui tiga pembicara inti:
1. Pemaparan Regulasi oleh DP2KBP3A Kabupaten Sukoharjo
Pembicara pertama, Miftah Candra Ardi, S.STP. selaku Kepala Bidang Kesejahteraan & Perlindungan Anak Dinas DP2KBP3A Sukoharjo, mempresentasikan regulasi pemerintah dan petunjuk teknis (juknis) menuju pesantren ramah anak. Ia mengingatkan pesantren untuk aktif mencegah lima bentuk kekerasan: fisik, psikis, perundungan, pelecehan seksual, hingga penelantaran. Miftah juga mensosialisasikan hotline aduan resmi DP2KBP3A di 0852-4500-5656.
2. Keteladanan Kasih Sayang Sesuai Sunnah
Pembicara kedua, Mudir Ponpes Al-Ukhuwah, Ustadz Aris Sugiyantoro, memberikan landasan syariat tentang keteladanan Nabi Muhammad ﷺ dalam mendidik anak dengan kasih sayang dan kelemahlembutan. “Nabi ﷺ sangat lemah lembut, biasa mencium cucu-cucunya, dan bersikap adil. Bahkan beliau ﷺ rela mempercepat shalatnya jika mendengar tangisan bayi. Beliau melarang keras mendoakan keburukan bagi anak-anak,” papar Ustadz Aris.
3. Implementasi Terpadu di Lingkungan Pondok
Sebagai penutup, Sekretaris Umum Ponpes Al-Ukhuwah, Ustadz Abu Yunus, memaparkan implementasi nyata program Pesantren Ramah Anak. Seluruh sivitas akademika pondok berkomitmen mewujudkan lingkungan yang aman melalui langkah-langkah strategis berikut:
- Kebijakan Tegas: Pembuatan kebijakan anti-bullying dan kekerasan seksual yang tertuang resmi dalam Buku Pedoman Pegawai dan Buku Pedoman Santri.
- Pembentukan Satgas: Mengesahkan Satgas Pesantren Ramah Anak yang melibatkan lintas divisi.
- Fasilitas Penunjang: Penyediaan sarana prasarana yang aman, dilengkapi fasilitas kesehatan berupa Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) dan Klinik Pratama.
- Tindakan Pencegahan: Pemasangan poster/MMT edukasi, kegiatan tarbiyah di asrama, penyisipan pesan di apel madrasah, dan penyuluhan rutin dari mitra pesantren.
- Pengawasan & Perlindungan 24 Jam: Pengawasan ketat oleh ustaz kepala bagian asrama, satuan pengamanan (satpam) 24 jam, pemantauan CCTV, serta kerja sama pendirian Safe House dengan Polres Sukoharjo.
- Penanganan Berbasis Disiplin Positif: Menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan pelanggaran yang berfokus pada pendekatan disiplin positif serta pemisahan korban dan pelaku demi keamanan.
Melalui komitmen menyeluruh ini, Pondok Pesantren Al-Ukhuwah Sukoharjo menaruh harapan besar agar seluruh santri dapat belajar, beribadah, dan tumbuh di lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berakhlak mulia.









