Tabligh Akbar Ponpes Al-Ukhuwah, Ustadz Syafiq Riza Basalamah Paparkan Enam “Benteng Kuat Gen-Z” Hadapi Fitnah Akhir Zaman

SUKOHARJO, alukhuwah.com – Pondok Pesantren Al-Ukhuwah Sukoharjo sukses menggelar kajian Tabligh Akbar yang mengangkat tema krusial bagi generasi muda bertajuk “Benteng Kuat Gen-Z”. Bertempat di Masjid Jami’ Ibnu Utsaimin pada Jumat (06/11/2026), kajian ini menghadirkan pemateri, Al-Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, Lc., M.A., hafidzahullahu ta’ala.

Kajian diawali dengan nasihat pembuka oleh Al-Ustadz Aris Sugiyantoro hafidzahullahu ta’ala, yang menekankan peran krusial pondok pesantren sebagai wadah penempaan dan benteng pendidikan agama yang kokoh. Di era modern ini, Gen-Z yang berada di rentang usia belasan tahun sedang menghadapi pusaran zaman yang sarat akan ujian. Pondok pesantren hadir agar mereka mampu membedakan dengan jelas antara kebaikan dan kebatilan.

Waspada Fitnah dan Tipu Daya Dunia

Dalam materi utamanya, Ustadz Syafiq Riza Basalamah menjelaskan bahwa kehidupan dunia sejatinya adalah tempat ujian. Mengutip QS. Al-Anbiyaa’ ayat 35, Allah menegaskan bahwa manusia akan senantiasa diuji dengan kebaikan maupun keburukan.

Beliau mengingatkan sabda Nabi ﷺ bahwa fitnah di akhir zaman datang bagaikan potongan malam yang gelap gulita. Hantaman fitnah ini mampu menggoyahkan iman seseorang dengan sangat cepat, hingga ada yang pagi beriman namun sore harinya telah kafir karena menjual agama demi sedikit keuntungan dunia. Syaitan memiliki andil besar dalam hal ini, membisikkan tipu daya dan memoles keburukan seolah menjadi kebaikan—sebagaimana strategi syaitan saat menggelincirkan Nabi Adam ‘alaihis salam.

Ustadz Syafiq juga menukil perkataan Imam Al-Hajawi rahimahullah yang mengibaratkan iman sebagai sebuah kota dengan lima lapis benteng: adab-adab Islam, sunnah-sunnah, kewajiban-kewajiban, keikhlasan, dan keimanan itu sendiri. Benteng-benteng ini bisa runtuh jika seseorang tidak waspada. Senada dengan itu, Syaikhul Islam Ibnul Qayyim rahimahullah memperingatkan bahaya dari enam perkara mubah yang dilakukan secara berlebihan: makan, berbicara, nongkrong, memandang, mendengarkan, dan tidur.

Meneladani Nabi Yusuf Menghadapi Ujian Syahwat

Salah satu poin paling ditekankan dalam Tabligh Akbar ini adalah fitnah terbesar saat seorang pemuda terjun ke masyarakat, yakni fitnah syubhat dan syahwat, terutama fitnah wanita. Beliau mengajak para pemuda untuk belajar dari kisah agung Nabi Yusuf ‘alaihis salam. Saat fitnah dan kesempatan berbuat keji terbuka lebar di depan mata karena godaan Zulaikha, Nabi Yusuf memilih untuk lari dan berlindung kepada Allah karena rasa takut-Nya. Ini adalah wujud nyata dari golongan pemuda yang kelak mendapat naungan Allah di hari kiamat: pemuda yang menolak ajakan maksiat dengan kalimat, “Sesungguhnya aku takut kepada Allah.”

Enam Langkah Membangun Benteng Kuat Gen-Z

Sebagai penutup dan bekal aplikatif bagi para santri maupun Gen-Z pada umumnya, Ustadz Syafiq Riza Basalamah menyimpulkan enam langkah utama untuk membangun benteng pertahanan diri yang kuat:

  1. Memperbaiki dan menjaga hubungan dengan Allah.
  2. Memperbaiki dan menjaga kualitas ibadah shalat.
  3. Tidak menjauh dari Al-Qur’an dalam keseharian.
  4. Selektif dan tidak salah dalam memilih teman pergaulan.
  5. Memiliki keberanian dan ketegasan untuk menolak kemaksiatan.
  6. Selalu berdoa dan meminta keteguhan hati kepada Allah.

Bagi kaum muslimin yang belum berkesempatan hadir atau ingin menyimak kembali faedah ilmu secara utuh dari Tabligh Akbar ini, video rekaman lengkap dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi kami pada tautan berikut: Link Rekaman Tabligh Akbar – Benteng Kuat Gen-Z.

Berikut Ringkasan Kajian:

Pemateri : Al-Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah., Lc., M.A., hafidzahullahu ta’ala.
Tema : Benteng Kuat Gen-Z.

A. Pembukaan : Al-Ustadz Aris Sugiyantoro, hafidzahullahu ta’ala.

  1. Gen-Z adalah para pemuda-pemudi yang hidup di zaman sekarang dengan umur sekitar 15 atau 16 tahun.
  2. Semoga di majlis ini akan didapatkan ilmu yang bermanfaat terutama di zaman yang penuh dengan ujian dan fitnah.
  3. Salah satu bentuk kuat dan kokoh adalah pondok pesantren yang di dalamnya seseorang di didik dengan agama untuk dapat membedakan mana kebaikan dan mana kejelekan.
  4. Hendaknya para penuntut ilmu memperhatikan adab-adab menuntut ilmu dan jangan lupa untuk mencatat.
  5. Di hari yang mulia ini (Jum’at sore) semoga mendapatkan banyak manfaat dan faidah.

B. Materi : Al-Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah., Lc., M.A., hafidzahullahu ta’ala.

  1. Pondok pesantren adalah tempat untuk mempersiapkan seseorang (para santri) sebelum terjun dalam kehidupan bermasyarakat. Walaupun terkadang ada santri yang terpaksa masuk ke dalamnya.
  2. Dunia adalah tempat ujian dan fitnah. Siapapun yang hidup di dunia maka pasti akan diuji baik dengan kebaikan atau keburukan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (Al-Anbiyaa’ : 35)

  1. Fitnah itu dapat menggoyahkan keimanan seseorang. Karena fitnah itu seperti potongan malam yang gelap. Sehingga Nabi memerintahkan agar Istiqomah di dalam beramal shalih. Nabi ﷺ bersabda :

بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

“Bersegeralah beramal sebelum datang fitnah yang bagaikan potongan malam yang gelap gulita. Seseorang di pagi hari beriman, di sore hari sudah kafir. Atau di sore hari beriman, di pagi hari sudah kafir. Dia menjual agamanya dengan sedikit keuntungan dunia.” (HR. Muslim no. 118)

  1. Salah satu fitnah itu adalah tipu daya dunia. Oleh karenanya Allah telah mewanti-wanti hal ini. Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الحَياةُ الدُّنيَا وَلا يَغُرَّنَّكُم بِاللَّهِ الغَرُورُ

“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kalian dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kalian tentang Allah.” (Fatir : 5)

  1. Dan syaitan punya andil besar di dalam memperdaya manusia tentang dunia. Sehingga syaitan bisa memperdaya manusia dengan merubah perkara jelek menjadi sesuatu yang baik. Salah satunya adalah ketika memperdaya Nabi Adam ‘alaihis salam. Allah ‘Azza Wajalla berfirman :

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطٰنُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وٗرِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْءٰتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهٰىكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هٰذِهِ الشَّجَرَةِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَا مَلَكَيْنِ اَوْ تَكُوْنَا مِنَ الْخٰلِدِيْنَ

“Maka, syaitan membisikkan (pikiran jahat) kepada keduanya yang berakibat tampak pada keduanya sesuatu yang tertutup dari aurat keduanya. Ia (setan) berkata, ‘Tuhanmu tidak melarang kamu berdua untuk mendekati pohon ini, kecuali (karena Dia tidak senang) kamu berdua menjadi malaikat atau kamu berdua termasuk orang-orang yang kekal (dalam surga).” (Al-A’raf : 20)

  1. Imam Al-Hajawi rahimahullahu ta’ala menyatakan bahwa Iman itu seperti sebuah kota yang memiliki 5 benteng. Lima bintang itu adalah ;
    a). Benteng dari tanah liat yang belum dibakar dan yang dimaksud adalah adab-adab Islam.
    b). Benteng dari tanah liat yang dibakar dengan batu-batu dan yang dimaksud adalah sunnah-sunnah.
    c). Benteng dari besi yang dimaksud kewajiban-kewajiban.
    d). Benteng dari perak yang dimaksud adalah keikhlasan.
    e). Benteng yang dibangun dari emas dan yang dimaksud adalah keimanan.
  2. Syaikhul Islam Ibnul Qayyim rahimahullahu ta’ala menyatakan bahwasanya ada 6nam perkara mubah yang jika berlebihan dapat membahayakan bagi manusia, yaitu :

a). Berlebihan makan
b). Berlebihan dalam berbicara
c). Berlebihan ketika nongkrong
d). Berlebihan memandang
e). Berlebihan dalam mendengarkan
f). Berlebihan tidur

  1. Fitnah terbesar seseorang ketika sudah terjun ke masyarakat adalah fitnah syahwat dan syubhat.
  2. Fitnah terbesar dunia adalah fitnah wanita. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan terkait fitnah ini (wanita), perlu belajar dari kisah Nabi Yusuf ‘alaihis salam dimana beliau lari saat fitnah ini datang. Kesempatan untuk melakukan perbuatan keji itu sangatlah besar namun beliau tetap tidak melakukannya karena takut kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman tentang Nabi Yusuf ‘alaihis salam :

وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ

“Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini.” Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.” (Yusuf : 23)

Dan inilah yang disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di antara orang yang akan mendapatkan naungan Allah di hari kiamat kelak :

وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ

“Seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Berikut ini benteng kuat bagi Gen-Z :
    a). Perbaiki hubungan dengan Allah.
    b). Perbaiki dan jaga ibadah shalat.
    c). Jangan jauh dengan Al-Qur’an.
    d). Jangan salah pilih teman.
    e). Memiliki keberanian menolak kemaksiatan.
    f). Selalu meminta keteguhan kepada Allah.

(Masjid Jami’ Ibnu Utsaimin Ponpes Al-Ukhuwah Sukoharjo :: 26 Jumadal Ula 1448 H / 06 November 2026 M)

Back to top button