PENUTUPAN DONASI WAKAF RENOVASI MASJID JAMI’ IBNU ‘UTSAIMIN Bismillah.. Alhamdulillaahilladzii bi ni'matihii tatimmush shoolihaat.. Donasi wakaf renovasi Masjid Jami’ Ibnu ‘Utsaimin Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo per tanggal 26 Maret 2020 terkumpul Rp 1.088.853.190,- dari kebutuhan dana Rp 1.052.000.000,- Alhamdulillah ada kelebihan donasi sejumlah Rp 36.853.190,- Kelebihan donasi tersebut akan kami alokasikan untuk pembelian karpet, sound system serta perabot dalam masjid. Jazaakumulloohu khairon wabaarakalloohu fii ahlikum wa maalikum kami ucapkan kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan sebagian dari hartanya, mudah-mudahan Alloh memberkahi harta dan keluarga Anda. Aamiin. Demikian juga kepada semua pihak yang telah membantu menyebarkan info proyek wakaf ini, kami ucapkan Jazaakumulloohu khairon. Maka dengan ini, program wakaf renovasi Masjid Jami’ Ibnu ‘Utsaimin kami tutup. CP: 0815 4879 3106 Drs. Muhammad Syahli WS Wa billahit taufiiq. Pimpinan Pesantren Ustadz Aris Sugiyantoro

Cambuk Nasehat

Antara Sadar Dan Lalai

 

Al Imam Ibnu Al- Jauzi pernah berkata : “ Terkadang seseorang merasa sadar tatkala mendengarkan nasehat, tetapi tatkala berpisah dengan majelis dzikir (ilmu) kembali merasakan kerasnya hati dan kelalaian, maka aku merenungi apa sebabnya, kemudian aku menemukannya, dan aku melihat manusia berbeda-beda dalam hal tersebut.

Pada keadaan umumnya hati tidak merasa sadar tatkala mendengar nasehat atau setelahnya karena dua sebab :

Yang pertama : Bahwasanya nasehat seperti cambukan, dan cambukan tidak memberikan rasa sakit setelah hilangnya rasa sakit yang dirasakan tatkala sedang dicambuk.

Yang kedua : Bahwasanya seseorang tatkala mendengar nasehat berusaha menghilangkan penyakit (dari dalam dirinya), mengosongkan badan dan pikirannya dari hal-hal keduniaan, dan memperhatikannya dengan menghadirkan hati, maka tatkala kembali dalam kesibukan dia terbawa ke dalam keburukan – keburukannya, maka bagaimana mungkin keadaannya akan sama (dengan keadaan tatkala mendengarkan nasehat ?.

Hal tersebut adalah keadaan manusia pada umumnya, kecuali orang – orang yang mempunyai rasa sadar mereka berbeda-beda dalam kadar pengaruh nasehat yang masih tersisa (dalam hati). Maka diantara mereka ada yang bertekad kuat tanpa keraguan, dan berjalan terus tanpa menoleh, maka seandainya singgah pada mereka (kecenderungan) mengikuti tabiat niscaya mereka akan berteriak, sebagaimana Handhalah berkata tentang dirinya : “ Handhalah munafik “  !.

Dan diantara meraka ada suatu kaum yang terkadang tabiatnya cenderung kepada kelalaian, namun terkadang sebuah nasehat yang pernah didapatkan membawa mereka untuk beramal, mereka itulah bagaikan sebuah tangkai tertiup angin.

Dan diantara mereka ada yang nasehat itu tidak memberikan pengaruh kecuali hanya sebatas apa yang didengar, seperti air yang tergelincir diatas batu yang licin atau halus.

Diambil dari kitab “ Shoidul Khotir ”, karya Al Imam Ibnu Al Jauzi.

Diterjemahkan oleh : Beni Setyawan S.Ag.

( Pesantren ”Al Ukhuwah”  Joho Sukoharjo, Jawa Tengah.
Senin,  16 Januari 2017 M ).

 

You May Also Like