PENUTUPAN DONASI WAKAF RENOVASI MASJID JAMI’ IBNU ‘UTSAIMIN Bismillah.. Alhamdulillaahilladzii bi ni'matihii tatimmush shoolihaat.. Donasi wakaf renovasi Masjid Jami’ Ibnu ‘Utsaimin Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo per tanggal 26 Maret 2020 terkumpul Rp 1.088.853.190,- dari kebutuhan dana Rp 1.052.000.000,- Alhamdulillah ada kelebihan donasi sejumlah Rp 36.853.190,- Kelebihan donasi tersebut akan kami alokasikan untuk pembelian karpet, sound system serta perabot dalam masjid. Jazaakumulloohu khairon wabaarakalloohu fii ahlikum wa maalikum kami ucapkan kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan sebagian dari hartanya, mudah-mudahan Alloh memberkahi harta dan keluarga Anda. Aamiin. Demikian juga kepada semua pihak yang telah membantu menyebarkan info proyek wakaf ini, kami ucapkan Jazaakumulloohu khairon. Maka dengan ini, program wakaf renovasi Masjid Jami’ Ibnu ‘Utsaimin kami tutup. CP: 0815 4879 3106 Drs. Muhammad Syahli WS Wa billahit taufiiq. Pimpinan Pesantren Ustadz Aris Sugiyantoro

Seorang Nahkoda Yang Cermat

Seorang Nahkoda Yang Cermat

Insan yang hidup dimuka bumi ini bagaikan seorang yang mengarungi lautan samudra kehidupan yang penuh dengan deruan ombak dan badai kehidupan ( ujian ). Seorang nahkoda memiliki tugas dan misi mengarahkan perahu agar dapat membawa penumpang ke tempat tujuan dengan selamat.

Demikianlah Pemuda islam yang mengemban risalah dakwah mampu mengarahkan perahu yang membawa amanah dakwah, sehingga dapat berjalan terarah, tidak tersesat dan sampai tujuan dengan selamat.

Pemuda islam mampu mengarahkan perahu dakwah  di kampus dan masyarakat agar dapat berjalan menuju masa depan yang cerah, ia mampu mengarahkan manusia menuju kebaikan bagi diri mereka, sehingga apabila melihat saudaranya yang sedang berjalan salah arah, ia akan segera menggandeng tangan saudaranya seraya ia ajak ke arah yang  benar dengan penuh kelembutan. Demikianlah jiwa pemuda islam, yang memiliki jiwa kasih sayang sehingga senantiasa  menginginkan kebaikan bagi saudaranya, yang  merupakan bukti kesempurnaan imannya,Rasulullah shalallahu alahi wa sallam bersabda :

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

 “ Tidak sempurna iman salah seorang diantara kalian sehingga ia mencintai kebaikan bagi saudaranya sebagaimana ia mencintai kebaikan bagi dirinya sendiri ( HR. Tirmidzi ).

Sikap seorang pemuda bagaikan nahkoda adalah tercermin pada sikap yang selalu mengarahkan dan membimbing organisasi dakwah yang ada, ia akan mengarahkan bagaimana mewujudkan Taman Pendidikan Al- quran yang berkualitas sehingga menghasilkan anak – anak islam yang cinta kepada Allah dan Rasul- Nya, ia akan menyetir dan mengarahkan organisasi Remaja Ikatan Masjid yang menghasilkan seorang pemuda yang hatinya selalu  condong dan terikat kepada masjid, ia akan mengarahkan organisasi ROHIS di sekolah yang siap mencetak pemuda dan pemudi islam yang siap menghadapi tantangan zaman di era globalisasi sekarang ini yang penuh dengan hal – hal yang membawa kepada kesesatan, seperti menjamurnya paham liberalisme di kampus – kampus, pemahaman syiah rafidhah yang sedang mengintai lengahnya pemuda dan pemudi muslim, dan firqoh – firqoh sesat lainnya yang sedang menggerogoti aqidah pemuda dan pemudi islam.

Demikian pula seorang pemuda muslim yang cermat dan teliti bagaikan seekor burung elang. Seekor burung elang dengan kepakan sayap yang kuat mampu terbang tinggi di angkasa, sehingga memiliki pandangan yang luas dan mata yang tajam dalam mengincar mangsanya yang siap diterkam. Begitulah seorang pemuda yang memiliki pandangan yang luas dan mata yang tajam tentang medan dakwah, sehingga ia mampu memanfaatkan peluang disetiap kesempatan untuk ditanamkan nilai – nilai dakwah. Begitulah seorang pemuda yang membawa keberkahan disetiap tempat dan keadaan, ia tidak akan membiarkan waktu berlalu tanpa disertai dengan nilai dakwah, bahkan yang ada dalam sanubarinya  seraya hati kecilnya berkata “ Hidup adalah untuk Dakwah “. Demikianlah gambaran seorang Nabi yang Allah jelaskan dalam firmannya :

وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

 Artinya “ Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi dimana saja aku berada dan Dia memerintahkan kepadaku sholat dan zakat selama aku hidup “ (QS.Maryam : 31 ).

Syaikh As- Sa’di berkata : “ Yaitu diberkahi dimana saja dan kapan saja, maka barakah telah Allah jadikan pada diriku yang berupa mengajarkan kebaikan, mendakwahkannya, melarang dari keburukan dan berdakwah kepada Allah dengan perkataan dan perbuatan. Maka setiap orang yang duduk dan berkumpul bersamanya akan mendapatkan barakahnya dan bahagia bersamanya. ( Tafsir As – Sa’di : 492 ).

Seekor burung elang akan berhasil mendapatkan mangsa apabila bersabar dalam mencarinya dan disertai keyakinan bahwa ia akan mendapatkan mangsanya, demikian pula keberhasilan seorang pemuda akan tercapai apabila memiliki kesabaran dalam mengarungi medan dakwah dan yakin dengan janji Allah bahwa kemenangan dan pertolongan sangatlah dekat.

Allah Ta’ala berfirman :

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ

 Artinya : “ Dan kami jadikan diantara mereka itu pemimpin – pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami selama mereka bersabar  dan mereka meyakini ayat – ayat kami “ ( QS. As- Sajdah : 24).

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga mengajarkan sebuah doa :

اللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِزِينَةِ الإِيمَانِ ، وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِينَ

 

Artinya : “ Wahai Allah hiasilah diri kami dengan perhiasan iman dan jadikanlah kami orang yang memberi petunjuk dan mendapatkan petunjuk “( HR. An- Nasai ).

Semoga seorang pemuda muslim yang berwawasan luas memiliki kepekaan dan cermat di dalam melihat sebuah peluang dakwah di lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah, bangsa dan negaranya. Amin.

 

Ustad Beni Setyawan Hanif.

Pesantren ”Al Ukhuwah”  Joho Sukoharjo,
Kamis 12 Muharram 1438 H / 13 Oktober 2016 M.

 

You May Also Like