PENUTUPAN DONASI WAKAF RENOVASI MASJID JAMI’ IBNU ‘UTSAIMIN Bismillah.. Alhamdulillaahilladzii bi ni'matihii tatimmush shoolihaat.. Donasi wakaf renovasi Masjid Jami’ Ibnu ‘Utsaimin Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo per tanggal 26 Maret 2020 terkumpul Rp 1.088.853.190,- dari kebutuhan dana Rp 1.052.000.000,- Alhamdulillah ada kelebihan donasi sejumlah Rp 36.853.190,- Kelebihan donasi tersebut akan kami alokasikan untuk pembelian karpet, sound system serta perabot dalam masjid. Jazaakumulloohu khairon wabaarakalloohu fii ahlikum wa maalikum kami ucapkan kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan sebagian dari hartanya, mudah-mudahan Alloh memberkahi harta dan keluarga Anda. Aamiin. Demikian juga kepada semua pihak yang telah membantu menyebarkan info proyek wakaf ini, kami ucapkan Jazaakumulloohu khairon. Maka dengan ini, program wakaf renovasi Masjid Jami’ Ibnu ‘Utsaimin kami tutup. CP: 0815 4879 3106 Drs. Muhammad Syahli WS Wa billahit taufiiq. Pimpinan Pesantren Ustadz Aris Sugiyantoro

Sudahkah Kita Merindukannya ?

Sudahkah Kita Merindukannya ?

 

Tidak terasa kita sudah masuk bulan Sya’ban ….

Namun adakah perasaan rindu dalam hati kita untuk bertemu dengan bulan suci Ramadhan ?

Adakah kerinduan untuk merasakan indahnya puasa di siang hari dan sholat tarawih dimalam hari ?

Adakah kerinduan untuk memperbanyak bacaan lantunan Al qur’an dan merenungi kandungannya ?.

 

Berbahagialah apabila kita masih merasakan kerinduan dengan bulan Ramadhan …Yang merupakan tanda kebaikan bagi seorang muslim… Yang menunjukkan sebuah semangat berlomba-lomba dalam kebaikan.

 

Orang sholeh terdahulu sangat merindukan bulan Ramadhan, sehingga mereka mempersiapkan diri dengan sebaiknya untuk menyambutnya, Sebuah persiapan yang cukup untuk berusaha istiqamah dan memperbaiki ketaqwaan sehingga mereka benar – benar merasakan indahnya Ramadhan dengan sepenuhnya.
Rindu Ramadhan, berarti rindu pada sejuta kebaikan dalam bingkai amalan sholeh. Kerinduan yang hakikatnya merupakan kerinduan akan akhirat, kerinduan bertemu Allah. Oleh karena itu mereka berharap penuh kepada Allah, agar umur dipanjangkan bertemu syahrul mubarak. Pertanda mereka memiliki hati yang hidup, sambil khawatir jika umur tak sampai ke sana.

 

Bahkan jauh sebelum datangnya Ramadhan para ulama sudah merasakan kerinduan yang sangat pada bulan Ramadhan dan mempersiapkan diri sebaik mungkin, sehingga mereka berdoa memohon kepada Allah agar dipertemukan dengan bulan yang penuh berkah tersebut.

قال معلى بن الفضل : كانوا يدعون الله تعالى ستة أشهر أن يبلغهم رمضان

Mu’alla bin Al Fadhl berkata,”Mereka (para salaf) berdoa kepada Allah selama enam bulan agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan … (Lathaif al-Ma’arif hlm. 158)

Dan diantara perkataan ulama terdahulu yang menunjukkan kerinduan akan datangnya bulan Ramadhan adalah apa yang diungkapkan oleh  Yahya bin Abi Katsir rahimahullah :

قال يحيى بن أبي كثير كان من دعائهم : اللهم سلمني إلى رمضان ، و سلم لي رمضان ، و تسلمه مني متقبلاً.

“Ya Allah, pertemukan diriku dengan bulan Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku, dan terimalah seluruh amalku di bulan Ramadhan. ( Lathaif al-Ma’arif hlm. 158 ).
Semoga Allah memberi kesempatan bagi kita semua untuk kembali bertemu dengan bulan suci Ramadhan dan memberikan kemudahan agar dapat memanfaatkan Ramadhan sebaik-baiknya. Amin.

 

Ustad Beni Setyawan Hanif.

Pesantren ”Al Ukhuwah” Joho Sukoharjo.

Selasa, 12 Sya’ban 1438 H / 9 Mei 2017 M.
 

You May Also Like