Kami ucapkan... Jazaakumullohu khoiron wa baarokallohu fii ahlikum wa maalikum kepada seluruh muhsinin / donatur yang telah ikut berpartisipasi dalam program wakaf pembebasan tanah (sebelah timur) Ponpes Al Ukhuwah Putri I Sukoharjo. Alhamdulillah, sampai saat ini donasi terkumpul Rp 951.759.167,- dari Rp 950.000.000,-(dana yang dibutuhkan). Dan dengan ini program wakaf pembebasan tanah Ponpes Al Ukhuwah Putri I Sukoharjo "DITUTUP". Kelebihan donasi akan kami gunakan untuk maslahat tanah tersebut seperti persiapan buat talud, jembatan dan pengurugan. Semoga menjadi amal jariyyah yang diterima di sisi Alloh dan semoga mendapatkan ganti yang lebih baik di dunia dan di akhirat. Aamiin.

HUKUM TATHOYYUR ATAU THIYAROH

Beberapa saat setelah rapat selesai, ada salah satu pesertanya yang kejatuhan cicak. Sepontan dia mengatakan : ” Waaah… besok gak boleh bepergian ini, karena kalau pergi bisa celaka saya “.

” Kenapa??”  Temannya bertanya. Lalu ia menjawab : ” Barusan aku kejatuhan cicak “. Para pembaca yang dirahmati Allah, pernahkah kita melihat kejadian seperti diatas? Ketahuilah sesungghunya kejadian diatas adalah salah satu bentuk tathayyur atau menganggap sial karena sesuatu.  Lalu apa itu tathoyyur ? dan apa hukumnya dalam islam ?? simak penjelasan singkat berikut ini.

  1. PENGERTIAN TATHOYYUR ATAU THIYAROH

Tathoyyur atau thiyaroh secara bahasa diambil dari kata thair (burung). Hal ini dikarenakan tathoyyur merupakan kebiasaan mengundi nasib dengan menerbangkan burung. Jika sang burung terbang ke kanan, maka diartikan bernasib baik atau sebaliknya jika terbang ke kiri maka berarti bernasib buruk. Dan tathoyyur secara istilah diartikan menganggap adanya kesialan karena adanya sesuatu. (An Nihayah Ibnul Atsir 3/152, Al Qoulul Mufid Ibnu Utsaimin, 2/77. Lihat majalah Al-Furqon, Gresik).

Walaupun pada asalnya anggapan sial ini d