PENUTUPAN DONASI WAKAF RENOVASI MASJID JAMI’ IBNU ‘UTSAIMIN Bismillah.. Alhamdulillaahilladzii bi ni'matihii tatimmush shoolihaat.. Donasi wakaf renovasi Masjid Jami’ Ibnu ‘Utsaimin Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo per tanggal 26 Maret 2020 terkumpul Rp 1.088.853.190,- dari kebutuhan dana Rp 1.052.000.000,- Alhamdulillah ada kelebihan donasi sejumlah Rp 36.853.190,- Kelebihan donasi tersebut akan kami alokasikan untuk pembelian karpet, sound system serta perabot dalam masjid. Jazaakumulloohu khairon wabaarakalloohu fii ahlikum wa maalikum kami ucapkan kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan sebagian dari hartanya, mudah-mudahan Alloh memberkahi harta dan keluarga Anda. Aamiin. Demikian juga kepada semua pihak yang telah membantu menyebarkan info proyek wakaf ini, kami ucapkan Jazaakumulloohu khairon. Maka dengan ini, program wakaf renovasi Masjid Jami’ Ibnu ‘Utsaimin kami tutup. CP: 0815 4879 3106 Drs. Muhammad Syahli WS Wa billahit taufiiq. Pimpinan Pesantren Ustadz Aris Sugiyantoro

Haruskah Mengulangi Adzan Jika Listrik Mati ?

Haruskah Mengulangi Adzan Jika Listrik Mati ?

 

Fadhilatu Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin pernah ditanya, “Jika muadzin mengumandangkan adzan tanpa pengeras suara karena terputusnya arus listrik, kemudian setelah selesai adzan listrik hidup kembali, apakah ia harus mengulangi adzan dengan pengeras suara atau cukup adzan yang pertama ?”

 

Beliau menjawab, “Cukup adzannya yang pertama dan tidak perlu diulangi, karena manusia telah mendengar adzan dari masjid-masjid lain di sekitarnya. Adapun jika cuma ada satu masiid di tempat tersebut, tidak ada masjid-masjid lainnya, maka ketika itu ia hendaknya mengulangi adzan, sehingga manusia mengetahui masuknya maktu sholat.”

 

 

(Sumber : Majmu’ Al Fatawa Wa Rasail Fadhilatu Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, Dikumpulkan oleh Syaikh Fahd bin Nashir As Sulaiman, Cetakan Pertama, 1419 H, Daru Tsurayya lin Nasyr, XII/198).

 

Ustad Nurwan Darmawan

 

You May Also Like