PENUTUPAN DONASI WAKAF RENOVASI MASJID JAMI’ IBNU ‘UTSAIMIN Bismillah.. Alhamdulillaahilladzii bi ni'matihii tatimmush shoolihaat.. Donasi wakaf renovasi Masjid Jami’ Ibnu ‘Utsaimin Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo per tanggal 26 Maret 2020 terkumpul Rp 1.088.853.190,- dari kebutuhan dana Rp 1.052.000.000,- Alhamdulillah ada kelebihan donasi sejumlah Rp 36.853.190,- Kelebihan donasi tersebut akan kami alokasikan untuk pembelian karpet, sound system serta perabot dalam masjid. Jazaakumulloohu khairon wabaarakalloohu fii ahlikum wa maalikum kami ucapkan kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan sebagian dari hartanya, mudah-mudahan Alloh memberkahi harta dan keluarga Anda. Aamiin. Demikian juga kepada semua pihak yang telah membantu menyebarkan info proyek wakaf ini, kami ucapkan Jazaakumulloohu khairon. Maka dengan ini, program wakaf renovasi Masjid Jami’ Ibnu ‘Utsaimin kami tutup. CP: 0815 4879 3106 Drs. Muhammad Syahli WS Wa billahit taufiiq. Pimpinan Pesantren Ustadz Aris Sugiyantoro

Nasi Telah Menjadi Bubur

NASI TELAH MENJADI BUBUR

 

Kita hidup di dunia hanya sebentar, rata – rata umur umat ini hanya antara 60 – 70 tahun, sehingga harus menghargai waktu untuk diisi dengan amal sholeh sebagai bekal untuk menempuh perjalanan ke negeri akhirat yang sangat panjang. Orang cerdas adalah yang memanfaatkan sebuah peluang yang sangat berharga.

“ Nasi Telah Menjadi Bubur “, sebuah ungkapan yang menunjukan Sesuatu yang sudah terlanjur, yang sudah tidak mungkin diperbaiki lagi.

Ada Sebuah penyesalan yang tidak mungkin diperbaiki lagi :

  1. Penyesalan ketika ajal sudah datang, sehingga benar-benar “ Nasi telah menjadi bubur .
  2. Penyesalan di alam akhirat, ketika sudah melihat adzab Allah Ta’ala.

Yang pertama menyesal ketika sakaratul maut, siapakah yang akan menyesal ketika sakaratul maut ?

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al Munafiqun Ayat 10 :

 

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ (10)

 

Artinya : “ Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”. ( QS. Al Munafiqun : 10 ).

Kalau sesama manusia mungkin bisa dinegosiasi , jangan dihukum, jangan dipenjara ya, aku kasih uang segini, Tetapi kalau malaikat pencabut nyawa mau disuap, maka tidak mungkin bisa, karena malaikat adalah makhluk – makhluk Allah yang tepat waktu, jangankan minta diundur satu jam, minta diundur satu detik pun tidak bisa, (sebentar ya malaikat saya mau sholat dulu, saya mau bersedekah dulu, saya mau beramal sholeh dulu) tidak mungkin bisa…

Sehingga penyesalan seperti ini adalah penyesalan yang tidak mungkin bisa diperbaiki lagi, tidak hanya masalah sedekah saja, tetapi seluruh ibadah yang kita sia-siakan ketika kita masih sehat dan hidup, maka akan kita sesali saat menjelang sakaratul maut…( menyesal ingin beriman, ingin rajin sholat berjama’ah di masjid. Apabila kita bermalas – malas beribadah dan beramal sholeh pasti akan menyesal ketika sakaratul maut.

Penyesalan ketika sakaratul maut adalah penyesalan yang tidak ada gunanya , berbeda jika penyesalannya sekarang, maka penyesalan yang akan bermanfaat, bubur pun bisa diubah menjadi bubur ayam, bisa diperbaiki lagi.

  1. Penyesalan yang kedua adalah Penyesalan ketika hari kiamat, ketika sudah melihat adzab, sudah melihat neraka di depan matanya, itulah yang Allah sebutkan dalam surat asy-syura ayat : 44.

Allah Ta’ala berfirman :

وَتَرَى الظَّالِمِينَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ يَقُولُونَ هَلْ إِلَى مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍ (44)

“ Engkau akan melihat orang – orang yang dzholim ( orang 2 yang tidak taat kepada Allah ) saat mereka melihat adzab, mereka akan berkata “ adakah kiranya jalan untuk kembali kedunia ? . ( Asy-Syura : 44 ).

Itulah Sebuah penyesalan, mereka bercita-cita “ Ya Allah saya pingin kembali ke dunia, penyesalan yang tidak mungkin bisa diperbaiki lagi, sehingga sebaik – baik penyesalan adalah sekarang, ketika masih menginjakkan kaki di bumi ini.

Itulah sebuah penyesalan ketika sakaratul maut dan di hari kiamat ketika sudah melihat neraka.

Semoga kita termasuk orang – orang yang bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Amin.

 

Faedah yang diringkas dari kajian Ustad Abdullah Zaen, MA yang berjudul Nasi Telah Menjadi Bubur.

You May Also Like